English |
![]() |
![]() |
![]() |
||
|
30 Maret 2009 Alif jamin 2 eksportir agribisnis Langkah tersebut merupakan satu program penjaminan jasa asuransi ekspor melalui hasil kerja sama dengan Islamic Corporation for The Insurance of Investment and Export Credit (ICIEC). ICIEC merupakan anak perusahaan bank pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IDB) yang berbasis di Jeddah. Sebelumnya, target penjaminan dari ketiga lembaga tersebut mencapai US$50 juta. Direktur Utama Alif Farouk Abdullah Alwyni menjelaskan upaya penjaminan terutama dua perusahaan tersebut bertujuan melindungi risiko gagal bayar yang dialami perusahaan ekspor Indonesia. ”Insa Allah peng-cover-an akan dilakukan untuk dua perusahaan di sektor tekstil dan udang. Peng-cover-an untuk satu bank syariah juga sedang bicarakan,” katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu. Namun, dia belum mengungkapkan nama detail ketiga perusahaan tersebut karena persiapan perencanaan tersebut belum rampung. Rencana tersebut, katanya, tengah dibicarakan dengan sejumlah pihak terkait dan akan direalisasikan secepatnya pada paruh kedua tahun ini. Farouk menegaskan tahapan persiapan penjaminan itu tidak akan melebihi semester I/2009, sehingga awal paruh kedua dapat dijalankan. ”Kami terus lakukan konsolidasi dengan, rencananya, semseter II/2009, yang jelas persiapannya tidak akan melebihi semester I/2009,” ujarnya. Farouk mengatakan penyaluran pembiayaan Alif pada tahun ini akan lebih selektif mengingat kondisi bisnis di segala sektor di Tanah Air maupun di luar negeri masih mengalami tekanan akibat krisis ekonomi. Perseroan, katanya, masih fokus pada empat produk bisnis yakni ijarah, Ijarah Muntahia Bittamlik, Murabahah atau jual beli yang ditambahkan dengan keuntungan, dan jasa konsultasi. ”Lending akan lebih hati-hati pada saat ini dengan kondisi yang tidak kondusif. Asing juga hati-hati investasi.” (23)
(Bisnis Indonesia - Senin 30 Maret 2009) |
|||
![]() |
![]() |
||